Banyak penduduk di dunia sudah sadar akan pentingnya menjaga kesehatan yang dimulai dari makanan yang dikonsumsi.
Kesadaran akan kesehatan menjadi hal utama supaya terhindar dari berbagai penyakit sehingga tidak heran lagi jika angka konsumsi sayur semakin lama semakin tinggi.
Apalagi saat ini banyak supermarket atau pedagang yang membedakan label sayur organik dan non organik, padahal bentuknya nyaris tidak ada bedanya. Sebenarnya, apa yang membedakan kedua jenis sayuran tersebut?
Sayuran organik adalah sayuran hasil dari budidaya pertanian organik tanpa menggunakan bahan atau zat kimia. Sayur organik hampir sama dengan sayur non organik tapi perbedaan nya terletak pada pemberian pupuk.
Karena bahan dasar sayuran organik memiliki sifat yang aman dan tak merusak lingkungan. Dengan demikian, dapat menghasilkan bahan pangan yang sehat dan bergizi tinggi.
Sebagian orang mengatakan bahwa rasa sayur organik lebih enak. Selain itu memiliki kadar antioksidan, zat besi, vitamin C, dan seng yang lebih tinggi.
Untuk jenis sayuran organik seperti brokoli, kubis, bayam, selada, seledri dan kentan dinilai lebih sehat, karena non organik dari sayuran tersebut dapat menyerap pestisida lebih banyak.
Dengan melihat banyaknya keuntungan mengkonsumsi sayur organik, berikut beberapa jenis sayuran organik yang dapat ditanam sendiri.
Selain itu ini sayuran ini dapat menjadi peluang usaha untuk meninngkatkan pendapatan dan nilai ekonomi dari sayur tersebut.
Oleh : Zuly Nur Jaka Raharja
Mahasiswa IAIN Metro Lampung
#kpmdriainmetro2020
#iainmetro
#lampungtengah
#banggaesy17
#sayuranorganik
Testimoni :
Komentar
Posting Komentar